| Oleh-Oleh Munas II di Solo |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Wednesday, 26 August 2009 | |
|
Hari belum terlalu malam ketika kami berangkat menuju Solo, Jawa Tengah. Waktu itu Rabu, 12 Agustus 2009. Dengan mengendarai mobil pribadi milik seorang teman, rasanya tak terlalu kerepotan membawa barang-barang secara berombongan. Rombongan kami berjumlah enam orang yang terdiri dari utusan wilayah dan dua cabang. Dengan mengucap bismillah, kami berangkat menuju pelabuhan Bakauheni. Yang pertama hadir di benak saya waktu itu adalah sang supir yang hanya seorang. Dari Lampung ke Solo bukanlah perjalanan yang dekat. Lalu, yang bisa mengendarai mobil hanya seorang? Tapi toh ternyata kami bisa sampai juga kok! Hehe. Selama perjalanan, rasanya sudah tak sabar ingin cepat sampai tujuan. Rasanya sudah terbayang apa saja yang bisa kami lakukan disana. Sesuai instruksi dari ketua FLP Wilayah Lampung pada kami sebelum berangkat, kami harus banyak-banyak mencari link untuk penerbitan tulisan-tulisan, cari peluang bagaimana kami bisa bertukar penulis untuk mengisi kajia-kajian kepenulisan kami. Ah, benar-benar tak sabar ingin segera berkumpul bersama para penulis se-Indonesia. Tapi, ternyata perjalanan terasa sangat panjang. Kok nggak sampai-sampai ya di Solo? Tapi, kami terhibur dengan pemandangan yang indah selama dalam perjalanan. Melewati kota Jakarta yang tak pernah istirahat, melewati kota Tegal yang sepanjang jalannya dipenuhi sawah, hijau terpampang menyejukkan mata. Kemudian sampai di Yogyakarta menjelang malam Jumat. Kota eksotik yang telah menyihir saya untuk tidak terlelap. Dan, akhirnya kami sampai di Solo ketika malam telah benar-benar datang. Acara pembukaan Munas akan dilaksanakan di Taman Budaya Jawa Tengah. Panitia mengintruksikan pada kami untuk langsung menuju kesana. Akan tetapi, ternyata perjalanan kesana tak semudah yang kami bayangkan. Kami sempat berputar-putar karena tak juga menemukan tempat yang dimaksud panitia. Saya sempat melirik jam ketika itu. Sekitar pukul sepuluh malam dan kami belum juga menemukannya! Namun, pada akhirnya kami menemukannya juga! Alhamdulillah... Kami sampai di tempat ketika jam menunjukkan pukul 23.30. Sebagian peserta yang sudah datang duluan, telah terlelap. Kami mendapati beberapa pengurus FLP Pusat berdiskusi dan menyambut kami dengan ramah. Lalu panitia segera menginstruksikan kami untuk istirahat. Tapi sayang, peserta laki-laki harus menerima tidur di sebuah pendopoan terbuka dekat posko panitia karena asrama yang tidak cukup. Sedangkan peserta perempuan, tentu saja di dalam kamar asrama :-) Pagi pertama di Solo, waktu itu 14 Agustus 2009. Menghirup udara yang segar, rasanya kelelahan perjalanan kemarin menguap sudah. Apalagi ketika acara pembukaan dimulai. Kami bertemu dengan banyak orang dari seluruh penjuru Indonesia. Masing-masing dengan dialeg bahasa yang unik. Juga, kami bertemu dengan banyak penulis yang namanya tak asing lagi di telinga. Acara hari itu adalah Parade Penulis dan Bedah Buku. Bahagianya berdiskusi dan berfoto bersama mereka. Seakan semangat mereka mengalir ke diri kami. Semangat untuk berkarya dan tak akan menyerah begitu saja. Semangat untuk menghasilkan tulisan yang tidak hanya bisa dinikmati oleh pembaca tapi juga sebagai pencerahan moral. Di sela-sela waktu luang, utusan dari seluruh wilayah di Sumatra mengadakan semacam pertemuan kecil untuk membahas Jarwil. Sebenarnya, pertemuan ini sudah diadakan semalam, tetapi karena rombongan kami datang hampir tengah malam, maka kami belum sempat memperkenalkan diri. Acara itu membahas beberapa hal yang berkaitan dengan jarwil. Salah satunya adalah terpilihnya Sukma dari Sumatra Utara sebagai ketua jarwil Sumatra. Kemudian acara Temu Sastra Sumatra akan diadakan pada tahun 2011 di Sumatra Utara. Sore harinya, kami berangkat ke asrama haji Donohudan Jawa Tengah untuk menginap disana selama acara Munas berlangsung. Hm, acara inti akan dimulai, pikir kami ketika itu. Kami tiba di asrama haji saat maghrib tiba. Beres-beres kamar, bersih-bersih badan dan mencicipi makan malam pertama kami. Wow! Suasana yang begitu ramai dan menyenangkan! Bertemu dengan wajah-wajah baru dan penuh semangat untuk berkarya membuat kami merasa harus melakukan yang terbaik selama acara berlangsung. Malam itu selepas makan, tak ada acara resmi dari panitia. Selebihnya hanya konsolidasi masing-masing wilayah untuk persiapan acara esok paginya. Banyak hal yang kami lihat ketika itu. Serunya diskusi, canda tawa yang tercipta, semangat yang membara, dan ide-ide yang berloncatan. Sungguh, itu semua membuat kami terkesan! Hingga tak terasa malam telah beranjak tua. Kami harus istirahat. Pagi ke dua 15 Agustus 2009 di Solo dalam suasana yang agak berbeda. Acara hari itu adalah presentasi Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum FLP. Sidang yang tak asing lagi bagi sebagian kami. Selanjutnya adalah pembagian peserta ke dalam tiga komisi yang akan membahas tiga poin penting dalam munas kali ini, yaitu masalah AD/ART dan keorganisasian, kaderisasi, dan dana usaha dan jaringan. Inilah yang berhasil menguras banyak tenaga peserta. Bahkan ada komisi yang melanjutkan sidang hingga pukul 2.30 dini hari! Dan, pagi ke tiga 16 Agustus 2009 datang juga. Kali ini sidang pleno yang akan menyatukan ketiga sidang komisi yang telah dibahas sebelumnya. Poin penting yang didapat adalah, dihapuskannya Majelis Penulis dari struktural FLP. Majelis Penulis itu diganti dengan Dewan Penasehat dan Dewan Pertimbangan yang masing-masing mempunyai tugas yang berbeda dan diharapkan bisa menjadi lebih baik dari Majelis Penulis. Poin penting lain adalah akan adanya modul pembinaan FLP sehingga semua wilayah bisa dengan mudah membina dan mengelola FLP di wilayahnya masing-masing. Terakhir adalah berubahnya sistem pembayaran royalti dari penulis kepada FLP yang menaunginya. Hari telah menjelang sore ketika waktu pemilihan ketua baru dimulai. Dari beberapa calon yang diajukan, akhirnya terpilihlah Izzatul Jannah sebagai Ketua Umum FLP Pusat periode 2009-2013. Selanjutnya adalah acara penutupan yang mengharukan. Sungguh tak terasa kami sudah sampai pada hari terakhir bersama para penulis di Solo. Ketika kami saling bersalaman dengan para peserta lain, ada rasa haru yang tiba-tiba menyeruak. Begitu besar energi yang telah ditransformasikan ke dalam diri kami untuk dibawa pulang. Energi yang membuat kami merasa beruntung telah menjadi bagian dari keluarga ini. Keluarga Forum Lingkar Pena. Dan, kami seakan telah berjanji untuk saling mengunjungi lewat apapun yang bisa menghubungkan kami meski terhadang jarak ribuan kilometer. Satu hal yang membuat kami bisa terus menyimpan energi untuk berkarya adalah hati kami telah menyatu. Bersatu dalam semangat untuk mengobati luka-luka bangsa dengan tulisan-tulisan kami. Mudah-mudahan. Ruang Rindu, Agustus 2009 |
| Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Selayang Pandang |
| AD dan ART |
| Susunan Pengurus |
| Profil Pengurus |
| Keanggotaan |
| Forum |
| Downloads |
| Buku Tamu |
| Bengkel |
| Galeri Foto |
| Videos |
